SOA dan BI

To be added…

Replikasi Data : jenis replikasi transaksional

Replikasi transaksional pada SQL Server diimplementasikan oleh SQL Server Snapshot Agent, Log Reader Agent, dan Distribution Agent. Snapshot Agent menyiapkan file snapshot yang berisi skema, data tabel dan objek database yang diterbitkan. Snapshot Agent kemudian menyimpan file dalam folder snapshot, dan mencatat sinkronisasi yang dilakukan ke dalam database distribusi di sisi Distributor.

Log Reader Agen memonitor setiap log transaksi masuk dari database yang telah dikonfigurasi. Log Reader Agent juga menyalin penanda transaksi untuk replikasi ke dalam database distribusi, yang bertindak sebagai antrian penyimpan dan pemforward yang handal. Agen Distribusi menyalin file snapshot awal dari folder snapshot dan transaksi berlangsung database distribusi menuju ke Pelanggan.

Perubahan Inkremental yang dibuat oleh Penerbit untuk Pelanggan disesuaikan dengan jadwal Agen Distribusi, yang dapat berjalan terus menerus untuk latensi minimal, atau pada interval yang dijadwalkan. Karena perubahan data harus dilakukan di Penerbit (saat replikasi transaksional yang digunakan tanpa segera memperbarui atau antri memperbarui pilihan), konflik update dapat dihindari. Pada akhirnya, semua pelanggan akan mempunyai nilai yang sama dengan Penerbit. Jika pilihan immediate updating atau queued updating digunakan dengan replikasi transaksional, update dapat dilakukan pada Pelanggan yang bisa menimbulkan konflik.

Gambar berikut dapat mengilustrasikan jenis replikasi transaksional pada SQL Server :

…to be continued

Analogi Model Replikasi

Replikasi dapat dianalogikan dengan menggunakan metafora industri penerbitan (majalah) untuk mewakili komponen dalam sebuah topologi replikasi, yang meliputi Penerbit, Distributor, Pelanggan, Publikasi, Artikel, dan Pelanggan. Hal ini membantu untuk berpikir tentang Replikasi di SQL Server :

Beberapa rule di industri penerbitan :

* Sebuah penerbit majalah menghasilkan satu atau lebih publikasi

* Publikasi berisi artikel

* Penerbit majalah mendistribusikan baik secara langsung atau menggunakan distributor

* Pelanggan menerima publikasi yang mereka langgan

Meskipun metafora majalah berguna untuk memahami replikasi, penting untuk dicatat bahwa replikasi SQL Server memiliki beberapa fungsi yang tidak terwakili dalam metafora ini, terutama kemampuan untuk Pelanggan untuk membuat update dan untuk Penerbit untuk dapat mengirimkan perubahan inkremental ke artikel dalam suatu publikasi.

Sebuah topologi replikasi mendefinisikan hubungan antara server dan salinan data, menjelaskan logika bagaimana data mengalir antar server. Ada proses penting pada replikasi (disebut sebagai agen) yang bertanggung jawab untuk menyalin dan memindahkan data antara Penerbit dan Pelanggan. Ilustrasi berikut merupakan ikhtisar komponen dan proses yang terlibat dalam replikasi.

Model Replikasi

Penerbit

Penerbit adalah contoh database yang akan direplikasi (membuat data tersedia di lokasi lain melalui replikasi). Penerbit dapat memiliki satu atau lebih publikasi, yang masing-masing secara logika terkait dengan kumpulan objek dan data yang direplikasi.


Distributor


Distributor adalah contoh database yang bertindak sebagai penyimpan data replikasi spesifik yang terkait dengan satu atau lebih Penerbit. Setiap Penerbit berhubungan dengan database tunggal (dikenal sebagai database distribusi) di Distributor. Database distribusi menyimpan status replikasi data, metadata tentang publikasi, dan dalam beberapa kasus bertindak sebagai antrian untuk data bergerak dari Penerbit ke Pelanggan. Dalam banyak kasus, Penerbit dan Distributor dapat diperankan dengan database tunggal. Ini dikenal sebagai Distributor lokal. Jika Penerbit dan Distributor dikonfigurasi pada database server terpisah, Distributor dikenal sebagai Distributor remote.

Pelanggan


Sebuah Pelanggan adalah contoh database yang akan menerima data replikasi. Sebuah Pelanggan dapat menerima data dari beberapa penerbit dan publikasi. Tergantung pada jenis replikasi yang dipilih, Pelanggan juga dapat mengirimkan data perubahan kembali ke Penerbit atau menerbitkan data ke pelanggan lain.


Artikel

Sebuah artikel mengidentifikasi objek database yang termasuk dalam suatu publikasi. publikasi dapat berisi berbagai jenis artikel, termasuk tabel, view, stored procedure, dan objek lain. Ketika tabel diterbitkan sebagai artikel, filter dapat digunakan untuk membatasi kolom dan baris data yang dikirim ke Pelanggan.

Publikasi

publikasi adalah kumpulan dari satu atau lebih artikel dari satu database. Pengelompokan beberapa artikel ke dalam publikasi membuatnya lebih mudah untuk menentukan secara logis keterkaitan antar  objek database dan data yang direplikasi.


Berlangganan

Berlangganan adalah permohonan salinan publikasi yang akan dikirim ke Pelanggan. Berlangganan dilakukan dengan mendefinisikan apa yang akan diterima sebagai publikasi, di mana, dan kapan. Ada dua jenis model berlangganan: push dan pull.

Replikasi Data di SQL Server

Replikasi Data pada SQL Server

Replikasi adalah seperangkat teknologi untuk menyalin dan mendistribusikan data dan objek database dari satu database ke yang lain dan kemudian melakukan sinkronisasi antara database untuk menjaga konsistensi. Dengan replikasi, data dapat didistribusikan ke lokasi yang berbeda dan untuk penggunaan jarak jauh atau mobile. Replikasi juga dapat dilakukan melalui jaringan area lokal atau wide, koneksi dial-up, koneksi nirkabel, dan Internet. Replikasi Data pada SQL Server disebut sebagai replikasi asinkron.
Replikasi data pada SQL Server mempunyai 3 jenis

Replikasi Transaksional
replikasi transaksional biasanya digunakan dalam skenario server-ke-server yang membutuhkan throughput yang tinggi, termasuk: meningkatkan skalabilitas dan ketersediaan; datawarehouse dan pelaporan; mengintegrasikan data dari beberapa situs; menggabungkan data heterogen; dan batch processing.

Replikasi Gabung

Replikasi Gabung (Merge Replication) replikasi terutama dirancang untuk aplikasi mobile atau didistribusikan aplikasi server yang memiliki kemungkinan konflik data. skenario umum meliputi: pertukaran data dengan pengguna ponsel; Aplikasi POS, dan integrasi data dari beberapa situs.

Replikasi Snapshot

Replikaso Snapshot digunakan untuk menyediakan data awal yang ditetapkan untuk replikasi transaksional dan Merge, tetapi juga dapat digunakan saat refresh data yang lengkap dan sesuai. Dengan tiga jenis replikasi, SQL Server menyediakan sebuah sistem yang tangguh dan fleksibel untuk melakukan sinkronisasi data di seluruh perusahaan Anda.

Bertukar Data dengan mobile users

Bertukar Data dengan Pengguna mobile


Menyediakan data dan mengumpulkan data dari pengguna mobile merupakan bagian penting dari banyak aplikasi. Aplikasi yang mendukung pengguna ponsel dikategorikan dalam kategori besar:
Customer Relationship Management (CRM) dan Sales Force Automation (SFA)
Misalnya, sales person dapat menggunakan aplikasi SFA untuk memasukkan data pesanan saat mengunjungi pelanggan. Data ini kemudian dikirimkan kembali ke lokasi pusat, seperti kantor pusat perusahaan atau pusat data.
Field Force Automation (FFA)
Misalnya, pekerja di lapangan - driver pengiriman, pekerja maintenance, pengawas, dan lain-lain - dapat menggunakan aplikasi FFA pada perangkat genggam untuk mengumpulkan dan mengirimkan data dari lokasi terpencil. Seorang pengemudi pengiriman bisa memasukkan data tentang pengiriman paket di lokasi pengiriman, dan data ini kemudian dikirimkan kembali ke lokasi pusat.
Kedua kategori aplikasi yang memerlukan fitur replikasi yang mirip. Perbedaan utama antara aplikasi adalah apakah atau tidak data diperbarui oleh lebih dari satu pengguna.

Diagram berikut ini menggambarkan dua pendekatan yang berbeda untuk memberikan data ke pengguna ponsel: satu menggunakan laptop dan perangkat lainnya . Pendekatan pertama lebih sering digunakan dengan SFA dan aplikasi CRM, dan pendekatan kedua lebih sering digunakan dengan aplikasi FFA. Namun, kedua pendekatan dapat digunakan untuk kedua kategori aplikasi.

Diagram berikut menggambarkan sebuah skenario di mana satu set pengguna dengan laptop terhubung langsung ke situs utama

Laptop

Diagram kedua menggambarkan skenario di mana pengguna dengan perangkat yang terhubung melalui Microsoft Windows Internet Information Services (IIS) server ke situs pusat. Server IIS yang diperlukan bila menggunakan SQL Server Compact 3.5 SP1.

Replikasi

Sarasehan : Pengaruh Serbuan Teknologi Informasi pada anak

Pada Minggu 12 Oktober 2008,  Saya, Pak Lukas dan Bu Luci dari USD mengadakan sarasehan untuk warga gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung dengan judul “Pengaruh Serbuan Teknologi Informasi pada anak-anak : Apa yang dilakukan oleh orang dewasa ? ”

Anak-anak adalah warga negara yg rentan terhadap dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Mereka adalah kelompok yang perlu dijaga dan dilindungi dari kemungkinan pengaruh buruk dunia.

Internet telah mengubah dunia, dimana informasi, transaksi, interaksi, berbagi dan inteligen telah tersedia berlimpah dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun secara 24/7. asal bukan yang ini ya.. 24 hari/ 7 jam???

247

Beberapa hal penting dimana peran orang tua diperlukan oleh anak adalah sb :

1. Searching di internet/hp : banyak situs porno yang menggunakan kata umum untuk headingnya sehingga search engine menampilkan link situs tersebut pada ranking atas pencarian

2. Membuka email di internet/hp : banyak spam email yg membawa content tidak pantas

3. Chatting baik di hp/internet: banyak pedofil, di dunia maya, semestinya dihindari acara “kopi darat”

4. Online Gaming/Game : mestinya dibatasi permainan game ini, supaya tidak kecanduan..

5. Membuka situs porno : Ingat !! situs no 27 paling banyak diakses oleh orang Indonesia adalah duniasex.com

6. Penggunaan handphone yang mempunyai fitur bluetooth/infrared akan memberi peluang anak-anak untuk berbagi content tidak pantas (beberapa guru sd di jogja yg pernah melakukan razia hp, banyak mendapati hp anak didik mereka yg berisi content pornografi)

Beberapa tips yang bisa digunakan para orang tua

1. Kenalilah teknologi baik komputer, internet maupun handphone

2. Dekatlah dengan anak, dan cobalah diskusi tentang kegiatan mereka di internet/hp

3. Gunakan sistem parental lock dari ISP yang anda gunakan utk koneksi internet

4. Batasi waktu anak untuk berinteraksi dengan internet, game, hp..

5. Amati perubahan perilaku anak jika ada hal-hal yang mencurigakan

(Sumber : enough.com, laporan pengabdian pada masyarakat LPPM UAJY)

BI 2.0: The Next Generation

Kita hidup di dunia real time, detik demi detik, menit ke menit kita lalui dengan cepat. Berita dengan sangat cepat bisa kita baca di internet, yang di stream secara real time. Kita secara online bisa mengecek rekening di bank. Kita bisa pesan tiket, pilih tempat duduk dan bahkan melihat harga termurah tiket.

Untuk beradaptasi dengan model bisnis di dunia real-time, aplikasi bergerak ke teknologi event-driven. Data bergerak disetiap aplikasi dengan arsitektur berorientasi service (SOA) dengan salah satu teknologinya adalah Web Services. SOA memberikan service yang loosely coupled dan highly interoperable dalam lingkungan aplikasi yang standardized.

Demikian juga dengan Business Intelligence (BI) yang telah berubah sejak diketemukannya database relational dan SQL Query sampai kehadiran BI 2.0

BI 2.0 menggabungkan konsep baru tentang bagaimana menggunakan informasi pada bisnis, pada organisasi dan pada pemerintahan. Istilah ini juga dihubungkan dengan real-time dan event-driven BI. Inti dari arsitektur ini adalah event, yang dalam hal ini adalah XML messages. Artinya bahwa ketika kita berfikir untuk memberikan intellegensi yang pada proses-proses yang bertaburan dan canggih pada saat ini, tampaknya SQL Query jauh dari kata ideal.

Memang, datawarehouse tradisional mampu memberikan keuntungan signifikan pada penggunaan informasi , tetapi arsitektur dari datawarehouse menjadi dipertanyakan ketika kita menginginkan report yang kontinu, analisis in-process dan event driven reporting. Padahal datawarehouse tradisional masih berupa batch reporting. Pendek kata mampukah kita membangun proses bisnis yang memberikan keunggulan kompetitif, yang inteligen ????

Workshop Pemanfaatan Blog dan Situs E-Learning

Hari ini, Kamis, FTI mengadakan workshop pelatihan pemanfaatan blog dan situs e-learning. Workshop ini merupakan refreshment penggunaaan blog dan situs e-learning bagi para dosen di lingkungan Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Situs E-Learning memang bukan hal baru bagi para dosen karena situs ini telah ada sejak 2 tahun yang lalu, sedangkan blog untuk beberapa dosen merupakan hal baru.

Workshop dihadiri lebih dari 25 dosen FTI, baik yang menjabat struktural di Universitas maupun dosen yang tidak menjabat. Beberapa “dosen baru” juga datang yaitu Pak Yosef Daryanto yang baru pulang dari studi S2 di Jerman, Pak Brilianta dan Bu Nana yang selesai S2 juga dari ITB dan UGM. Beberapa pejabat Universitas juga hadir yaitu Warek II, Pak Luddy, Ketua LPPM Pak Kristyanto dan Ketua PSI Pak Benyamin.

Semua guyub dengan berlatih ketak ketuk komputer untuk mem-post Blog, create Categories, narsis sedikit dalam About Me..

Saling membantu untuk memaintain mata kuliah masing-masing pada situs http://kuliah.inf.uajy.ac.id atau http://kuliah.ind.uajy.ac.id. Sukses meng upload bahan, sukses membuat assignment dan belum sempat membuat Quiz yang dalam materi telah tersurat.

Workshop selesai pukul 15.00, molor 30 menit dari jadwal…

Semoga workshop kali ini menjadi refreshment sebelum mengajar minggu depan pada kelas sisipan…